Kamis, 29 Desember 2011

Euforia Manusia Setengah Salmon

Dear readers!

Oke, aku nyoba buat postingan lagi setelah postingan sensasional Manusia Setengah Salmon, Raditya Dika (Review) *liat counter visitors* *gemeteran*

Dulu, nggak ada yang tau aku punya blog. Nggak ada yang tau aku iseng-iseng nulis nggak jelas di dunia maya. Dan tentu aja aku nggak pernah kepikiran kalau blog ini bisa dilihat orang sebegitu banyaknya. Ya, semua karena Raditya Dika, penulis yang selalu jadi inspirasiku. Thanks, Bang!

Dan hal yang paling sulit setelah blog ini dilihat, lalu difollow orang banyak adalah gimana aku bisa memposting sesuatu yang berkualitas. Semakin blog ini dilihat dan difollow orang aku jadi makin ngerasa "wah, postingan-postingan berikutnya harus makin menarik nih, biar nggak ngecewain orang-orang yang udah follow". Dan "ya, this is the moment". Bisa jadi orang kayak Bang Alitt, Raditya Dika, dan Benakribo bukan sesuatu yang nggak mungkin. Ya, walaupun aku nggak bisa seperti mereka, aku bakal ngeblog dan nulis dengan caraku sendiri. Terima kasih sebesar-besarnya buat orang-orang yang follow blog ini, walaupun aku nggak kenal kalian :)




Baiklah, mari kita mulai..


Jadi hari itu, tanggal 25 Desember aku iseng ngebuat reviewnya Manusia Setengah Salmon, buku yang baru aja selesai ku baca tengah malemnya. Baru aja selesai posting, nggak sengaja aku ngeliat tweet bang Dika..

kurang lebih kejadiannya seperti ini


Apa yang terjadi berikutnya nggak pernah ku bayangin. Ratusan mention di twitter langsung masuk (bahkan ribuan? hmm mungkin). Ya, sejak saat itu aku mendadak ngartis (halah!). Apalagi setelah blog ini masuk di http://radityadika.com/beberapa-review-manusia-setengah-salmon/ .  



Bayangin aja, aku yang cuma seharian dikamar, mainan laptop, makan, tidur, pipis, karena ini bisa langsung dikenal orang. Pageviews langsung naik drastis, dari yang sebelumnya cuma ratusan, sampai aku buat tulisan ini udah sampai 5 digit. Kalau aja bisa di-uangin, mungkin besok aku bisa makan puas di warteg belakang kampus. 
Iseng-iseng liat statistik, aku nemuin ini : 

dari mana-mana ya :o 
Tiba-tiba langsung kepikiran Oliver Kahn, Wayne Rooney, Sheikh Mansour, Kajol, Sharukh Khan, ikut-ikutan baca #random

Hal menarik lainnya adalah followers twitterku nambah (walaupun nggak banyak), followers blog juga nambah, yang minta tanda tangan sama foto bareng juga nambah. Oh iya, ternyata ada juga beberapa pembaca yang ngajak kenalan dan komen lewat email (cieee..) dan beberapa komentar yang masuk, lewat twitter, email, sama blog cukup buat hati ini berbunga-bunga~ (aseeek..). Salah satu komentar yang keren contohnya dari @rahmyardani yang bilang "blognya bagus, cerita "brontosaurus" hampir mirip. keep writing ya!" . Entah "mirip" disini dalam arti apa. Apa mungkin kisahnya yang mirip-mirip sama dia, atau ceritaku yang mirip di bukunya Raditya Dika, atau setelah liat fotoku dia jadi keinget brontosaurus dalam arti sebenarnya. Semoga saja tidak.
Satu lagi, yang nggak kusangka-sangka dan paling bikin terharu adalah mention dari @andhindeka yang bilang "tulisan di blog mu menginspirasikanku menulis". Ini seriusan aku bisa nginspirasi orang? *menangis dalam hati*. Yang pengen tau buka aja ini.

For your information, aku baru sekitar 2 bulanan ngeblog. Dan rasanya blogger baru yang blognya bisa diliat banyak orang, menginspirasi orang lain, dan dibaca lalu dipromote idola sendiri itu "it,s so LUAR BIASAA you know?!!" *hadap kiblat* *ambil ancang-ancang* *sujud syukur*

Pada akhirnya, semoga yang kualamin bisa kalian alamin juga. Dari keisengan, bisa dikenal orang banyak :)

Dan kalau nanti ada orang yang nanya "buat apa sih kamu nge-blog?"
Aku bakal bilang:
"Supaya ada yang bisa aku senyum-senyumin di hari tuaku nanti :) "


Read More..

Minggu, 25 Desember 2011

Manusia Setengah Salmon, Raditya Dika (Review)

Jadi gini. Kemarin, 24 Desember 2011 adalah hari dimana buku baru Raditya Dika, Manusia Setengah Salmon (MSS) terbit. Dan aku, seperti biasa, saat buku Radith terbit, nggak pernah ketinggalan untuk ikut berburu. Ya, tepat jam setengah 11 aku langsung ngacir ke Gramedia Amplaz, sendirian, berharap langsung dapet bukunya. Dan apa yang terjadi?

Hal-hal menyebalkan yang terjadi di hari itu adalah, saat perjalanan sebelum dan sesudah beli buku itu, aku sempat ketemu sama 2 orang teman dan mereka nanya hal yang sama persis. "hey, sendirian aja nih? ah masa sendirian?" "Hey apa salahnya jalan SENDIRIAN?" *gondok* 

Tanpa perlu susah payah, ternyata stok MSS di Gramedia Amplaz banyak banget. Kalo kata komputernya Gramedia sih stoknya masih 400. Dan.. yeah, dapat MSS di kesempatan pertama! klik readmore!


Buat yang mau liat penampakannya, nih: 


tampak depan

manusia setengah salmon main laptop


keracunan ikan salmon



Oke, mulai ngawur -___-
Langsung ke reviewnya aja deh ya. Cekidot!

Kalo kamu sempat baca buku Radith yang sebelumnya, Marmut Merah Jambu (MMJ) kamu pasti tau perbedaan antara MMJ dan MSS. Kalo di MMJ lebih banyak tentang "jatuh cinta", di MSS terkesan tentang kebalikannya, "patah hati" dan "kepindahan". Karena esensi hidup kita sebenarnya adalah "pindah". Mulai dari kecil, kita pindah dari rahim ibu ke dunia, pindah sekolah, pindah pekerjaan, lalu pindah alam. Mati.

Di buku ini lebih banyak ngakaknya sebenernya. Tapi ada juga beberapa bab yang ngebuat galau, membuat memori kita terbang ke awang2 (?). Beberapa bab tentang percintaan kayak Sepotong Hati di Dalam Kardus Coklat (tentang pindah hati dan pindah rumah), Tarian Musim Kawin (tentang gimana kita bisa PDKT lewat twitter), sama Mencari Rumah Sempurna cukup buat orang yang baca bershower malam2 (saking galaunya). 

"Mungkin itu masalahnya, pikir gue. Seperti rumah ini yang terlalu sempit buat kami, gue juga menjadi terlalu sempit buat dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang (dirasa) cocok untuk dirinya." (Sepotong Hati di Dalam Kardus Coklat, halaman 29)
*paragraf favoritku di buku ini.

Ada juga beberapa bab yang bikin nggak berenti ngakak kayak "Ledakkan Paling Merdu" (tata cara senam kentut yang benar), "Bakar Saja Keteknya" (sopir baru yang baunya naujubilah), "Kasih Ibu Sepanjang Belanda" (cerita ketika Radith dapat beasiswa di Belanda dan ketemu sama orang yang namanya 'Perek'), "Pesan Moral dari Sepiring Makanan" (di Venice, kesasar gara2 GoogleMaps), dan masih banyak lagi yang sumpah bikin ngakak tapi nggak lepas dari pesan moral. Juga ada beberapa cerita fiksi "Interview with The Hantus", yang nyeritain kehidupan hantu2 di alam sana~

Kalau MMJ ditutup sama "Marmut Merah Jambu" yang ceritanya full tentang percintaan, MSS ditutup dengan "Manusia Setengah Salmon", yang ceritanya tentang "perpindahan-perpindahan" yang dialami Radith.

Saking banyaknya bab di buku ini aku aja sampe bingung gimana ngereviewnya, ada 18 bab meen -__-
Pokoknya intinya adalah buku ini KEREN ABIS!
Cepat beli sebelum dibakar massaaa!!!!




Read More..

Jumat, 09 Desember 2011

Sukses Ujian dengan SKS

beruntunglah anda yang jadi model di tulisan ini~


Malam ini, sunyi. Tak tau harus berbuat apa...
...
...
Hahaha oke, ini bukan postingan galau lagi kok. Yang lalu biarlah berlalu~

Di postingan kali ini aku nyoba buat berbagi pengalaman sekaligus trik-trik yang ku gunain dalam menghadapi ujian-ujian semesteran. Percayalah, it works! Setidaknya dalam 2 semester ini hehe..
Mari kita mulai..

Ujian tengah semester dan ujian akhir semester bagaikan 2 sejoli yang tak bisa dipisahkan. Sebagai mahasiswa yang kegiatannya nggak cuma kuliah dan belajar, kita perlu punya kiat-kiat khusus untuk mengalahkan yang namanya UTS dan UAS. Dan, cara yang paling umum digunakan oleh mahasiswa jaman sekarang adalah.. SISTEM KEBUT SEMALAM..
Enggak, kita nggak perlu speedometer kok untuk ngukur seberapa cepat kebutannya (?) yang kita butuhkan hanya niat, niat, dan niat. Hal-hal dibawah ini mungkin bisa dipraktekkan, beberapa hari menjelang ujian sampai beberapa jam sebelum ujian sekalipun! jeng jeng..

1. Siapkan catatan-catatan dari dosen, sebanyak mungkin. Kalo catatan nggak lengkap, bisa kok fotokopi catatan teman yang PALING lengkap. Modalnya paling nggak nyampe seribu, dan kita sudah dapat semua bahan-bahan ujian, itu yang penting!
2. Semalam sebelum ujian, siapkan cemilan dan semacamnya. Tapi kalo kamu milih nasi kotak sebagai cemilan, kayaknya bukan pilihan yang tepat.
3. Karantina diri kamu! ini penting. Butuh komitmen yang kuat dengan diri sendiri. Matikan tv, matikan laptop, matikan hape, matikan lampu. Fokus belajar! Jangan pernah hiraukan blackberry yang seakan-akan berteriak "check me! check me!".
4. Istirahat tiap 2 jam sekali. Gimanapun otak kita punya limit, nggak baik kalo dipaksa terus-terusan. Istirahatlah kira-kira 15-20 menit. Nah, di waktu ini bolehlah ngecek2 hape dulu :3
5. Ulang terus tiap komponen yang kita nggak ngerti, sampai akhirnya ngerti (?). Ribet ya! ya pokoknya gitu lah, terus ulang2 apa yang udah dipelajarin sampai akhirnya pelajaran itu nempel di otak. Nempel, bukan nyangkut!
6. Jangan pernah tidur sampai semua bahan ujian nempel di otak. Bagian ini yang paling berat. Ya kalo udah mentok sih bisa tidur dulu lah, dilanjut habis solat subuh o:)
7. Masih ada waktu sebelum ujian? baca-baca dulu aja, biar lebih siap.
8. Ini bagian terpentingnya: berdoa. Walau bagaimanapun, sekeras apapun kita berusaha, kalau Allah nggak meridhoi pasti sia-sia. Sebisa mungkin berdoa yang khusuk. Kita berusaha, Allah yang menentukan. Oke bro?

Sebenernya sistem SKS ini nggak baik juga sih kalo dipake terus-terusan. Salah satu kelemahan sistem SKS adalah kita cepet lupa apa yang kita pelajari semalaman, beberapa hari setelah ujian usai. Ya, segala yang instan itu tidak baik kawan. Tapi seenggaknya kita udah punya "senjata" untuk dipakai "berperang". Masih gagal juga? yah, berarti bukan rejekinya hehe. Tetap jadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk menyerah!

Semoga sukses untuk siapapun yang baca tulisan ini, terutama untuk yang mempraktekkan kiat-kiat diatas. Wassalam..

Read More..

Minggu, 13 November 2011

Tampilan Baru

Blog ku terlahir kembali, dengan wajah baru yang lebih "sesuatu" :3
Dari yang sebelumnya:

template bersejarah..
Setelah melihat-lihat dan menimbang-nimbang, kok template yang itu kesannya sederhana banget, terlalu kekanak-kanakan pula (halah). FYI template diatas aku download dari btemplates . Disitu banyak macem-macemnya, dan sudah "jadi" tentunya. Nggak perlu ngerancang-rancang, kita tinggal pakai aja. Kelemahan dari template download-an adalah kita harus terima jadi, dan kreativitas kita terbatasi (?). Tapi karena dasarnya aku bosenan dan kreativitasku berlebih (ini apa coba?), belum ada sebulan nge-blog udah pengen ganti aja ehehe.

Setelah nyoba ngerancang template sendiri dengan penuh perjuangan dan menambahkan beberapa fitur baru maka jadilah template baru ini :3

Semoga makin produktif dengan tulisan-tulisan yang berkualitas dan semakin ada yang baca haha -___-

Read More..

Jumat, 11 November 2011

Go for Gold

11 November 2011, 11-11-11. 11 peserta, selama 11 hari. This is the day!

Sea Games ke 26 Jakarta-Palembang dimulai hari ini. Dan kembali Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah setelah terakhir kali Jakarta 1997. Palembang, mendapat kehormatan sebagai kota pertama diluar Jakarta yang menyelenggarakan Sea Games.

Logo resmi Sea Games 2011


Sea Games kali ini diwarnai berbagai permasalahan yang terus mengalir bagai air bah. Venue yang belum rampung, pekerja yang masih sibuk dimana-mana (yang tentu saja mengganggu kenyamanan atlet), serta atlet dari berbagai negara peserta yang harus makan dengan nasi kotak pada hari pertama di wisma atlet hanyalah segelintir masalah yang terungkap. Entah mengapa saya sedikit pesimistis dengan kesuksesan penyelenggaraan Sea Games kali ini. Menpora selalu menyatakan "Kita siap, SEAG tidak perlu diundur!". Namun kenyataan dilapangan berbeda. Semoga saja Tri Sukses yang diungkapkan Menpora dan Inasoc "Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan" bisa tercapai. Amin.

Sebagai kontingen, Indonesia tentu saja mengincar gelar juara umum. Hal tersebut merupakan harga mati. Terlebih lagi kita akan bertanding di hadapan publik sendiri yang terkenal militan. Untuk mewujudkan hal tersebut, kontingen Indonesia menargetkan 150 dari 545 emas yang tersedia. Memang tidak mudah, namun kalau yakin kita pasti bisa!

Kesuksesan atlet-atlet Indonesia sejatinya akan mampu memberi sedikit kegembiraan bagi masyarakat di negeri yang tengah diterpa berbagai masalah ini. Tugas kita sekarang adalah memberi doa dan dukungan sebesar-besarnya bagi mereka.

Untuk atlet Indonesia, lambang yang tertera didada kalian jauh lebih penting daripada nama yang tertulis di punggung kalian. Tangan mengepal, semangat membuncah! Go for Gold!!!!

Read More..

Minggu, 06 November 2011

Aku

Siapa aku sebenarnya? Mau jadi apa aku ketika dewasa nanti? Apa yang bisa aku "jual" di dunia kerja? Siapa jodohku nanti? Bisakah aku membesarkan anak-anakku sehebat orangtuaku saat ini?

Pertanyaan-pertanyaan itu sering muncul di benakku beberapa minggu belakangan ini. Semakin hari, makin mendesak. Di umur yang hampir 19 tahun, aku belum tahu tujuan hidupku. Aku belum punya skill yang bisa kupakai di dunia kerja.

Aku heran sama diriku sendiri, aku nggak pernah tertarik sama apapun. Itu yang mungkin ngebuat aku belum punya skill dan tujuan hidup. Jujur aku iri ngeliat teman-teman yang sudah punya skill, atau paling nggak sudah punya ketertarikan terhadap sesuatu. Fotografi, desain, olahraga, band, dan segala macamnya. Bahkan orang-orang seusiaku diluar sana sudah punya karir yang cemerlang. Sedangkan aku? Hidupku seperti datar, mengalir apa adanya. Kuliah pun, selama ini semacam "mencari nilai", aku nggak pernah mendalami ilmu-ilmu yang kudapat di bangku kuliah. Ada apa ini? Apa yang salah?

Harusnya aku sadar, ada korelasi yang kuat antara sekolah-minat-skill dan kebahagiaan di masa mendatang. Namun perilaku-perilaku ku selama ini tidak mencerminkan tujuan ke arah sana.

Siapapun Anda yang membaca tulisan ini, jadikanlah tulisan diatas sebagai cambuk diri. Anda belum terlambat, kawan. Terimakasih.

Read More..

Jejaka Labil

Haaah akhirnya bisa ngeblog juga, setelah beberapa hari ini koneksi internet sedang menjengkelkan, maklum musim hujan.
Postingan kali ini sebenernya tentang kejadian beberapa hari yang lalu sih, dan baru sempet dibuat hari ini.
Ok, here we go..

Hari itu ada ujian jam 4, setelah sebelumnya ada ujian yang selesai jam 10. Biasalah penghuni HM ngumpul di markas. Niatnya sih belajar bareng, tapi entah dapat wangsit darimana, yang ada malah foto-foto nggak jelas dan akhirnya ujian "elektronika lanjut" gagal dengan sukses saudara-saudara...
Berikut foto-foto eksklusifnya:

Ala boyband najis



Yudi (kuning), how cute you are


Chibi chibi chibi hak hak hak haak

Dan, inilah pict of the day. Ada apa dengan Adhi?  Kenapa dia selalu mendekati Whisnu?

Maho 1

Maho 2

Maho 3

Entah apa yang terjadi pada kedua temanku itu. Apakah pergaulan di elektro telah membuat orientasi seks mereka berubah? kita lihat saja nanti...

Dan pelajaran yang dapat diambil adalah, jangan pernah belajar bareng kalau belum ngerti materi ujian sama sekali, karena percayalah, hasil dari belajar bareng tersebut adalah nihil. Sekian.

Read More..

Minggu, 30 Oktober 2011

....

"there is always a way for love
but sometimes not on the same road
dreaming is the only land fits for you and me"

Perfect Time, Sheila on 7

Yup, it was an amazing 11 months, thanks for all. 
"You deserve the best, but that's not me"
goodbye :)

Read More..

Sabtu, 29 Oktober 2011

Pemuda Indonesia, Berjuang dengan Jempol (Vote for Komodo)

Kemarin, tepat 83 tahun setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan untuk pertama kali, dan hari dimana para pemuda dari berbagai suku bangsa berkumpul untuk menyatukan cita-cita mereka yaitu mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Mengingat perjuangan para pemuda saat itu dan apabila dibandingkan dengan ulah pemuda masa kini bagaikan bumi dan langit. Apabila pemuda pada masa itu berkumpul untuk merumuskan sesuatu demi kepentingan bangsa, anak-anak sekarang justru berkumpul untuk hal-hal yang kurang berguna. Ketika pemuda dulu berjuang melawan musuh (penjajah), anak muda kini justru tawuran dengan sekolah atau instansi lain. Namun, anak muda jaman sekarang sebenarnya juga punya alat untuk memberikan kontribusi  pada bangsa. Ketika pada masa itu pemuda pejuang tersebut bersenjatakan bambu runcing untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, remaja masa kini menggunakan... handphone.

Kenapa handphone?  ya, anak-anak jaman sekarang tak ubahnya seperti berjuang dengan jempol. Dengan mudahnya mereka membuat trending topics di Twitter,  #prayforindonesia contohnya. Dan yang baru-baru ini yang tengah hangat adalah kampanye pulau Komodo untuk menjadi keajaiban dunia baru.

Sebagai informasi, Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape. Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com.


Miris memang apabila kita membandingkan apa yang kita lakukan saat ini dengan para pendahulu kita. Namun realitanya itulah yang bisa kita perbuat untuk bangsa ini. Kita tidak perlu berdarah-darah untuk mendukung pulau Komodo. Hanya dengan mengetik KOMODO, kirim ke 9818, dan kita sudah melakukan “sesuatu” untuk Indonesia. Ayo, terus vote pulau komodo kawan! Jempol kita, untuk Indonesia! 

Read More..

Selasa, 25 Oktober 2011

Profesional, Begitu Kata Mereka

Selasa (25/10), 20.00 WIB. Tepat saat saya membuat tulisan ini, sedang ada pertandingan sepakbola di SCTV yang "katanya" turnamen pramusim. Pramusim? Bukannya Liga Indonesia sudah dimulai? Memang, Indonesia Premier League, Liga bentukan rezim Djohar Arifin dkk telah melakukan kickoff tanggal 15 Oktober lalu. Namun, keputusan-keputusan yang dibuat oleh PSSI selalu saja kontroversial dan menyisakan masalah-masalah, termasuk masalah Liga yang hingga kini tak kunjung tuntas. Inikah yang dimaksud dengan PROFESIONAL?
Situasi yang tengah dihadapi oleh persepakbolaan Indonesia saat ini kurang lebih seperti peribahasa "Keluar mulut singa, masuk mulut buaya". Terpilihnya Djohar Arifin sebagai ketua PSSI beberapa bulan lalu telah menguapkan ekspektasi kita, yang sudah lelah akan kebobrokan pengurus dari rezim sebelumnya yang sangat kental dengan aroma korupsi. Apa saja sih yang dilakukan Djohar cs untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia?
Keputusan kontroversial dibuat hanya empat hari sejak ketua PSSI yang baru terpilih. Alfred Riedl dipecat, dengan alasan yang menurut saya mengada-ada. Bagaimana mungkin pelatih sekaliber Alfred mau menandatangani kontrak secara personal, bukan dengan organisasi? Oke, mungkin PSSI punya maksud dibalik itu. Wim Rijsbergen masuk. Saya ingat, pada salah satu wawancara dengan Tv One, Arya Abhiseka mengatakan bahwa penunjukan Wim sudah tepat karena Wim sempat melatih di PSM yang bermain di LPI dan sering menonton pertandingan ISL lewat televisi. Menjadi pelatih suatu timnas, dengan bekal menonton televisi. hahaha... dan kemudian apa yang terjadi? Wim berlaku tidak elok pada pemain dengan memaki dan menyalahkan skuad yang menurutnya bukan pilihannya. Seorang pelatih seharusnya bersifat layaknya seorang "ayah" dan selalu berdiri paling depan jika "anak-anaknya" sedang terluka, bukan malah menyalahkannya, Meneer..
Sebenarnya masalah Timnas bukan hanya itu. Manajemen Timnas pun seperti pekerja amatiran. Masih ingat bagaimana Timnas pulang lebih lambat dari Iran karena ketiadaan penerbangan? Bukankah hal itu bisa diatasi sejak jauh-jauh hari? Belum lagi gagal berangkatnya Wahyu Wijiastanto dan Tony Sucipto karena tidak keluarnya visa, dan tetap dibawanya Nasuha walaupun yang bersangkutan sudah terkena akumulasi kartu. Dan baru tadi sore, saya mendengar kabar bahwa pertandingan Indonesia U-23 melawan Timor Leste tanpa penonton karena tidak adanya izin kepolisian. Padahal PSSI sudah sesumbar akan melepas 10.000 tiket. Huh!
Sejenak lupakan masalah Timnas, karena ada masalah yang lebih pelik yaitu belum berjalannya liga yang sudah vakum hampir setengah tahun ini. Untuk kasus ini, PSSI tidak ubahnya seperti ababil. Dua wilayah dengan 32 klub, yang menurut PSSI akan menghemat anggaran klub yang tidak lagi disokong APBD. Dengan banyaknya protes dari berbagai pihak, diubahlah format itu menjadi satu wilayah dengan 24 klub (dengan 6 klub tambahan). Agak lucu mendengar alasan PSSI ketika ditanya alasan penambahan 6 klub itu. Faktor historis lah, animo penonton lah, permintaan sponsor, blablabla.. (lalu HEMAT nya mana?) Jika rezim yang baru ini dulu sering berkoar tentang masalah statuta saat PSSI masih dipegang NH, mengapa sekarang malah menabrak-nabrak statuta itu? (hmmm.. menurut saya, semua ini semata-mata untuk mengakomodasian kepentingan pihak-pihak yang bernaung di bawah sesosok orang kaya berkepala botak :p) Dan akhirnya muncullah kelompok 14 yang akan membuat liga tandingan, Indonesia Super League, yang saat ini sedang melakukan turnamen pra-musimnya. Ya, hidup memang seperti roda, terus berputar :)
Ah, sudahlah. Mari kita nikmati saja tontonan sepakbola negeri ini di televisi, seolah-olah tidak ada masalah didalamnya. Semoga masalah-masalah ini cepat usai dan organisasi sepakbola kita bisa bekerja dengan profesional. Benar-benar profesional, seperti kata "mereka" :)

Read More..

Minggu, 23 Oktober 2011

Dari Kita, untuk HMTE

Siang itu, Kamis (20/10) saya dan beberapa teman elektro 2010 seperti biasa berkunjung ke sekretariat Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) untuk sekedar mengobrol sambil menunggu mata kuliah selanjutnya. Untuk diketahui, sekretariat HMTE terbilang cukup "tertinggal" dengan sekretariat HM FTI lainnya. Bisa dibilang sekretariat HMTE cukup terbengakalai. Hal ini mungkin disebabkan oleh HMTE yang terkesan "vakum"  (menurut saya) baik dari sisi ke-organisasi-an, maupun kegiatan. Bahkan seorang teman yang juga salah satu pengurus Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FTI, sempat berujar "Karena HMTE jarang digunakan, makanya ditaruh disini" ketika saya bertanya mengapa tumpukan beras dan plastik eks PETA 2011 diletakkan disini.

Berawal dari keprihatinan itu, muncullah ide dari Fahri, yang juga merupakan salah satu staff HMTE untuk menggalang dana dari teman-teman elektro 2010. Dengan bermodalkan kertas bekas, kami membuat suatu wadah untuk mengumpulkan sumbangan.

"wadah" sederhana
Alhamdulillah, respon dari teman-teman cukup baik dan hari itu kami mendapatkan Rp 51.500, dan uang yang terkumpul sepenuhnya kami gunakan untuk membeli beberapa peralatan rumah tangga untuk menunjang kegiatan operasional HMTE.


Uang yang terkumpul
 Terima kasih kawan, semoga apa yang kalian berikan akan berguna untuk HMTE. Hidup Elektro!

Read More..

Sabtu, 22 Oktober 2011

SEA GAMES, Garuda di Grup Neraka

Hasil undian Sea Games cabang sepakbola yang dilaksanakan Rabu (19/10) sangat tidak menguntungkan Indonesia. Mengapa? Karena cabang yang akan ber-venue di Jakarta ini menempatkan Indonesia satu grup dengan peraih medali emas Sea Games 2009, Malaysia, dan tim kuat Asean lainnya Thailand dan Singapura. Selain itu terdapat tim yang selama ini dianggap sebelah mata, namun berpotensi menjadi kuda hitam, Kamboja. Indonesia sebagai tuan rumah tidak dapat mengelak dari serbuan raja-raja sepakbola Asean ini, karena keuntungan Indonesia sebagai tuan rumah hanyalah diperbolehkan memilih grup. Dengan pertimbangan kapasitas stadion dan antusiasme penonton, dipilihlah Grup A yang pertandingannya akan dihelat di Stadion Gelora Bung Karno. Sedangkan di Grup B persaingan yang tidak terlalu ketat diprediksi akan terjadi. Pertandingan di grup yang akan memainkan laganya di Stadion Lebak Bulus ini hanya menempatkan Vietnam -sebagai unggulan- dengan Laos, Brunei, Timor Leste, Myanmar, dan Filipina.
Menurut analisa saya, Garuda Muda bisa memanfaatkan keuntungan jadwal yang mereka dapatkan, dimana pertandingan pertama Indonesia akan menghadapi tim lemah Kamboja, lalu Singapura, kemudian Thailand dan terakhir Malaysia. Apabila pada pertandingan pertama Timnas mampu menggulung Kamboja dengan skor besar, maka moral pemain akan terangkat dan kita akan mendapatkan "momen" untuk pertandingan-pertandingan berikutnya
Memang, perjuangan Timnas untuk lolos dari grup ini cukup berat. Terlebih lagi kita hanya berujicoba dengan tim lokal dan beberapa tim Hongkong. Bandingkan dengan Malaysia U-23 yang sempat berujicoba dengan Arsenal, Chelsea, dan Australia. Namun, tidaklah berlebihan jika kita menyelipkan sedikit optimisme ke pundak para pemain Timnas U-23. Seperti lagu resmi Sea Games 2011, "waewaeowaewaeo, kita bisa.." Ya, Indonesia Bisa!

Read More..

Jumat, 21 Oktober 2011

Jumat, 21 Oktober 2011; 21.47 WIB

Bismillah. Mencoba "berbagi" dengan blog sederhana ini. Semoga bermanfaat :)

Read More..