Minggu, 30 Oktober 2011

....

"there is always a way for love
but sometimes not on the same road
dreaming is the only land fits for you and me"

Perfect Time, Sheila on 7

Yup, it was an amazing 11 months, thanks for all. 
"You deserve the best, but that's not me"
goodbye :)

Read More..

Sabtu, 29 Oktober 2011

Pemuda Indonesia, Berjuang dengan Jempol (Vote for Komodo)

Kemarin, tepat 83 tahun setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan untuk pertama kali, dan hari dimana para pemuda dari berbagai suku bangsa berkumpul untuk menyatukan cita-cita mereka yaitu mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Mengingat perjuangan para pemuda saat itu dan apabila dibandingkan dengan ulah pemuda masa kini bagaikan bumi dan langit. Apabila pemuda pada masa itu berkumpul untuk merumuskan sesuatu demi kepentingan bangsa, anak-anak sekarang justru berkumpul untuk hal-hal yang kurang berguna. Ketika pemuda dulu berjuang melawan musuh (penjajah), anak muda kini justru tawuran dengan sekolah atau instansi lain. Namun, anak muda jaman sekarang sebenarnya juga punya alat untuk memberikan kontribusi  pada bangsa. Ketika pada masa itu pemuda pejuang tersebut bersenjatakan bambu runcing untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, remaja masa kini menggunakan... handphone.

Kenapa handphone?  ya, anak-anak jaman sekarang tak ubahnya seperti berjuang dengan jempol. Dengan mudahnya mereka membuat trending topics di Twitter,  #prayforindonesia contohnya. Dan yang baru-baru ini yang tengah hangat adalah kampanye pulau Komodo untuk menjadi keajaiban dunia baru.

Sebagai informasi, Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape. Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com.


Miris memang apabila kita membandingkan apa yang kita lakukan saat ini dengan para pendahulu kita. Namun realitanya itulah yang bisa kita perbuat untuk bangsa ini. Kita tidak perlu berdarah-darah untuk mendukung pulau Komodo. Hanya dengan mengetik KOMODO, kirim ke 9818, dan kita sudah melakukan “sesuatu” untuk Indonesia. Ayo, terus vote pulau komodo kawan! Jempol kita, untuk Indonesia! 

Read More..

Selasa, 25 Oktober 2011

Profesional, Begitu Kata Mereka

Selasa (25/10), 20.00 WIB. Tepat saat saya membuat tulisan ini, sedang ada pertandingan sepakbola di SCTV yang "katanya" turnamen pramusim. Pramusim? Bukannya Liga Indonesia sudah dimulai? Memang, Indonesia Premier League, Liga bentukan rezim Djohar Arifin dkk telah melakukan kickoff tanggal 15 Oktober lalu. Namun, keputusan-keputusan yang dibuat oleh PSSI selalu saja kontroversial dan menyisakan masalah-masalah, termasuk masalah Liga yang hingga kini tak kunjung tuntas. Inikah yang dimaksud dengan PROFESIONAL?
Situasi yang tengah dihadapi oleh persepakbolaan Indonesia saat ini kurang lebih seperti peribahasa "Keluar mulut singa, masuk mulut buaya". Terpilihnya Djohar Arifin sebagai ketua PSSI beberapa bulan lalu telah menguapkan ekspektasi kita, yang sudah lelah akan kebobrokan pengurus dari rezim sebelumnya yang sangat kental dengan aroma korupsi. Apa saja sih yang dilakukan Djohar cs untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia?
Keputusan kontroversial dibuat hanya empat hari sejak ketua PSSI yang baru terpilih. Alfred Riedl dipecat, dengan alasan yang menurut saya mengada-ada. Bagaimana mungkin pelatih sekaliber Alfred mau menandatangani kontrak secara personal, bukan dengan organisasi? Oke, mungkin PSSI punya maksud dibalik itu. Wim Rijsbergen masuk. Saya ingat, pada salah satu wawancara dengan Tv One, Arya Abhiseka mengatakan bahwa penunjukan Wim sudah tepat karena Wim sempat melatih di PSM yang bermain di LPI dan sering menonton pertandingan ISL lewat televisi. Menjadi pelatih suatu timnas, dengan bekal menonton televisi. hahaha... dan kemudian apa yang terjadi? Wim berlaku tidak elok pada pemain dengan memaki dan menyalahkan skuad yang menurutnya bukan pilihannya. Seorang pelatih seharusnya bersifat layaknya seorang "ayah" dan selalu berdiri paling depan jika "anak-anaknya" sedang terluka, bukan malah menyalahkannya, Meneer..
Sebenarnya masalah Timnas bukan hanya itu. Manajemen Timnas pun seperti pekerja amatiran. Masih ingat bagaimana Timnas pulang lebih lambat dari Iran karena ketiadaan penerbangan? Bukankah hal itu bisa diatasi sejak jauh-jauh hari? Belum lagi gagal berangkatnya Wahyu Wijiastanto dan Tony Sucipto karena tidak keluarnya visa, dan tetap dibawanya Nasuha walaupun yang bersangkutan sudah terkena akumulasi kartu. Dan baru tadi sore, saya mendengar kabar bahwa pertandingan Indonesia U-23 melawan Timor Leste tanpa penonton karena tidak adanya izin kepolisian. Padahal PSSI sudah sesumbar akan melepas 10.000 tiket. Huh!
Sejenak lupakan masalah Timnas, karena ada masalah yang lebih pelik yaitu belum berjalannya liga yang sudah vakum hampir setengah tahun ini. Untuk kasus ini, PSSI tidak ubahnya seperti ababil. Dua wilayah dengan 32 klub, yang menurut PSSI akan menghemat anggaran klub yang tidak lagi disokong APBD. Dengan banyaknya protes dari berbagai pihak, diubahlah format itu menjadi satu wilayah dengan 24 klub (dengan 6 klub tambahan). Agak lucu mendengar alasan PSSI ketika ditanya alasan penambahan 6 klub itu. Faktor historis lah, animo penonton lah, permintaan sponsor, blablabla.. (lalu HEMAT nya mana?) Jika rezim yang baru ini dulu sering berkoar tentang masalah statuta saat PSSI masih dipegang NH, mengapa sekarang malah menabrak-nabrak statuta itu? (hmmm.. menurut saya, semua ini semata-mata untuk mengakomodasian kepentingan pihak-pihak yang bernaung di bawah sesosok orang kaya berkepala botak :p) Dan akhirnya muncullah kelompok 14 yang akan membuat liga tandingan, Indonesia Super League, yang saat ini sedang melakukan turnamen pra-musimnya. Ya, hidup memang seperti roda, terus berputar :)
Ah, sudahlah. Mari kita nikmati saja tontonan sepakbola negeri ini di televisi, seolah-olah tidak ada masalah didalamnya. Semoga masalah-masalah ini cepat usai dan organisasi sepakbola kita bisa bekerja dengan profesional. Benar-benar profesional, seperti kata "mereka" :)

Read More..

Minggu, 23 Oktober 2011

Dari Kita, untuk HMTE

Siang itu, Kamis (20/10) saya dan beberapa teman elektro 2010 seperti biasa berkunjung ke sekretariat Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) untuk sekedar mengobrol sambil menunggu mata kuliah selanjutnya. Untuk diketahui, sekretariat HMTE terbilang cukup "tertinggal" dengan sekretariat HM FTI lainnya. Bisa dibilang sekretariat HMTE cukup terbengakalai. Hal ini mungkin disebabkan oleh HMTE yang terkesan "vakum"  (menurut saya) baik dari sisi ke-organisasi-an, maupun kegiatan. Bahkan seorang teman yang juga salah satu pengurus Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FTI, sempat berujar "Karena HMTE jarang digunakan, makanya ditaruh disini" ketika saya bertanya mengapa tumpukan beras dan plastik eks PETA 2011 diletakkan disini.

Berawal dari keprihatinan itu, muncullah ide dari Fahri, yang juga merupakan salah satu staff HMTE untuk menggalang dana dari teman-teman elektro 2010. Dengan bermodalkan kertas bekas, kami membuat suatu wadah untuk mengumpulkan sumbangan.

"wadah" sederhana
Alhamdulillah, respon dari teman-teman cukup baik dan hari itu kami mendapatkan Rp 51.500, dan uang yang terkumpul sepenuhnya kami gunakan untuk membeli beberapa peralatan rumah tangga untuk menunjang kegiatan operasional HMTE.


Uang yang terkumpul
 Terima kasih kawan, semoga apa yang kalian berikan akan berguna untuk HMTE. Hidup Elektro!

Read More..

Sabtu, 22 Oktober 2011

SEA GAMES, Garuda di Grup Neraka

Hasil undian Sea Games cabang sepakbola yang dilaksanakan Rabu (19/10) sangat tidak menguntungkan Indonesia. Mengapa? Karena cabang yang akan ber-venue di Jakarta ini menempatkan Indonesia satu grup dengan peraih medali emas Sea Games 2009, Malaysia, dan tim kuat Asean lainnya Thailand dan Singapura. Selain itu terdapat tim yang selama ini dianggap sebelah mata, namun berpotensi menjadi kuda hitam, Kamboja. Indonesia sebagai tuan rumah tidak dapat mengelak dari serbuan raja-raja sepakbola Asean ini, karena keuntungan Indonesia sebagai tuan rumah hanyalah diperbolehkan memilih grup. Dengan pertimbangan kapasitas stadion dan antusiasme penonton, dipilihlah Grup A yang pertandingannya akan dihelat di Stadion Gelora Bung Karno. Sedangkan di Grup B persaingan yang tidak terlalu ketat diprediksi akan terjadi. Pertandingan di grup yang akan memainkan laganya di Stadion Lebak Bulus ini hanya menempatkan Vietnam -sebagai unggulan- dengan Laos, Brunei, Timor Leste, Myanmar, dan Filipina.
Menurut analisa saya, Garuda Muda bisa memanfaatkan keuntungan jadwal yang mereka dapatkan, dimana pertandingan pertama Indonesia akan menghadapi tim lemah Kamboja, lalu Singapura, kemudian Thailand dan terakhir Malaysia. Apabila pada pertandingan pertama Timnas mampu menggulung Kamboja dengan skor besar, maka moral pemain akan terangkat dan kita akan mendapatkan "momen" untuk pertandingan-pertandingan berikutnya
Memang, perjuangan Timnas untuk lolos dari grup ini cukup berat. Terlebih lagi kita hanya berujicoba dengan tim lokal dan beberapa tim Hongkong. Bandingkan dengan Malaysia U-23 yang sempat berujicoba dengan Arsenal, Chelsea, dan Australia. Namun, tidaklah berlebihan jika kita menyelipkan sedikit optimisme ke pundak para pemain Timnas U-23. Seperti lagu resmi Sea Games 2011, "waewaeowaewaeo, kita bisa.." Ya, Indonesia Bisa!

Read More..

Jumat, 21 Oktober 2011

Jumat, 21 Oktober 2011; 21.47 WIB

Bismillah. Mencoba "berbagi" dengan blog sederhana ini. Semoga bermanfaat :)

Read More..