Kamis, 29 Desember 2011

Euforia Manusia Setengah Salmon

Dear readers!

Oke, aku nyoba buat postingan lagi setelah postingan sensasional Manusia Setengah Salmon, Raditya Dika (Review) *liat counter visitors* *gemeteran*

Dulu, nggak ada yang tau aku punya blog. Nggak ada yang tau aku iseng-iseng nulis nggak jelas di dunia maya. Dan tentu aja aku nggak pernah kepikiran kalau blog ini bisa dilihat orang sebegitu banyaknya. Ya, semua karena Raditya Dika, penulis yang selalu jadi inspirasiku. Thanks, Bang!

Dan hal yang paling sulit setelah blog ini dilihat, lalu difollow orang banyak adalah gimana aku bisa memposting sesuatu yang berkualitas. Semakin blog ini dilihat dan difollow orang aku jadi makin ngerasa "wah, postingan-postingan berikutnya harus makin menarik nih, biar nggak ngecewain orang-orang yang udah follow". Dan "ya, this is the moment". Bisa jadi orang kayak Bang Alitt, Raditya Dika, dan Benakribo bukan sesuatu yang nggak mungkin. Ya, walaupun aku nggak bisa seperti mereka, aku bakal ngeblog dan nulis dengan caraku sendiri. Terima kasih sebesar-besarnya buat orang-orang yang follow blog ini, walaupun aku nggak kenal kalian :)




Baiklah, mari kita mulai..


Jadi hari itu, tanggal 25 Desember aku iseng ngebuat reviewnya Manusia Setengah Salmon, buku yang baru aja selesai ku baca tengah malemnya. Baru aja selesai posting, nggak sengaja aku ngeliat tweet bang Dika..

kurang lebih kejadiannya seperti ini


Apa yang terjadi berikutnya nggak pernah ku bayangin. Ratusan mention di twitter langsung masuk (bahkan ribuan? hmm mungkin). Ya, sejak saat itu aku mendadak ngartis (halah!). Apalagi setelah blog ini masuk di http://radityadika.com/beberapa-review-manusia-setengah-salmon/ .  



Bayangin aja, aku yang cuma seharian dikamar, mainan laptop, makan, tidur, pipis, karena ini bisa langsung dikenal orang. Pageviews langsung naik drastis, dari yang sebelumnya cuma ratusan, sampai aku buat tulisan ini udah sampai 5 digit. Kalau aja bisa di-uangin, mungkin besok aku bisa makan puas di warteg belakang kampus. 
Iseng-iseng liat statistik, aku nemuin ini : 

dari mana-mana ya :o 
Tiba-tiba langsung kepikiran Oliver Kahn, Wayne Rooney, Sheikh Mansour, Kajol, Sharukh Khan, ikut-ikutan baca #random

Hal menarik lainnya adalah followers twitterku nambah (walaupun nggak banyak), followers blog juga nambah, yang minta tanda tangan sama foto bareng juga nambah. Oh iya, ternyata ada juga beberapa pembaca yang ngajak kenalan dan komen lewat email (cieee..) dan beberapa komentar yang masuk, lewat twitter, email, sama blog cukup buat hati ini berbunga-bunga~ (aseeek..). Salah satu komentar yang keren contohnya dari @rahmyardani yang bilang "blognya bagus, cerita "brontosaurus" hampir mirip. keep writing ya!" . Entah "mirip" disini dalam arti apa. Apa mungkin kisahnya yang mirip-mirip sama dia, atau ceritaku yang mirip di bukunya Raditya Dika, atau setelah liat fotoku dia jadi keinget brontosaurus dalam arti sebenarnya. Semoga saja tidak.
Satu lagi, yang nggak kusangka-sangka dan paling bikin terharu adalah mention dari @andhindeka yang bilang "tulisan di blog mu menginspirasikanku menulis". Ini seriusan aku bisa nginspirasi orang? *menangis dalam hati*. Yang pengen tau buka aja ini.

For your information, aku baru sekitar 2 bulanan ngeblog. Dan rasanya blogger baru yang blognya bisa diliat banyak orang, menginspirasi orang lain, dan dibaca lalu dipromote idola sendiri itu "it,s so LUAR BIASAA you know?!!" *hadap kiblat* *ambil ancang-ancang* *sujud syukur*

Pada akhirnya, semoga yang kualamin bisa kalian alamin juga. Dari keisengan, bisa dikenal orang banyak :)

Dan kalau nanti ada orang yang nanya "buat apa sih kamu nge-blog?"
Aku bakal bilang:
"Supaya ada yang bisa aku senyum-senyumin di hari tuaku nanti :) "


Read More..

Minggu, 25 Desember 2011

Manusia Setengah Salmon, Raditya Dika (Review)

Jadi gini. Kemarin, 24 Desember 2011 adalah hari dimana buku baru Raditya Dika, Manusia Setengah Salmon (MSS) terbit. Dan aku, seperti biasa, saat buku Radith terbit, nggak pernah ketinggalan untuk ikut berburu. Ya, tepat jam setengah 11 aku langsung ngacir ke Gramedia Amplaz, sendirian, berharap langsung dapet bukunya. Dan apa yang terjadi?

Hal-hal menyebalkan yang terjadi di hari itu adalah, saat perjalanan sebelum dan sesudah beli buku itu, aku sempat ketemu sama 2 orang teman dan mereka nanya hal yang sama persis. "hey, sendirian aja nih? ah masa sendirian?" "Hey apa salahnya jalan SENDIRIAN?" *gondok* 

Tanpa perlu susah payah, ternyata stok MSS di Gramedia Amplaz banyak banget. Kalo kata komputernya Gramedia sih stoknya masih 400. Dan.. yeah, dapat MSS di kesempatan pertama! klik readmore!


Buat yang mau liat penampakannya, nih: 


tampak depan

manusia setengah salmon main laptop


keracunan ikan salmon



Oke, mulai ngawur -___-
Langsung ke reviewnya aja deh ya. Cekidot!

Kalo kamu sempat baca buku Radith yang sebelumnya, Marmut Merah Jambu (MMJ) kamu pasti tau perbedaan antara MMJ dan MSS. Kalo di MMJ lebih banyak tentang "jatuh cinta", di MSS terkesan tentang kebalikannya, "patah hati" dan "kepindahan". Karena esensi hidup kita sebenarnya adalah "pindah". Mulai dari kecil, kita pindah dari rahim ibu ke dunia, pindah sekolah, pindah pekerjaan, lalu pindah alam. Mati.

Di buku ini lebih banyak ngakaknya sebenernya. Tapi ada juga beberapa bab yang ngebuat galau, membuat memori kita terbang ke awang2 (?). Beberapa bab tentang percintaan kayak Sepotong Hati di Dalam Kardus Coklat (tentang pindah hati dan pindah rumah), Tarian Musim Kawin (tentang gimana kita bisa PDKT lewat twitter), sama Mencari Rumah Sempurna cukup buat orang yang baca bershower malam2 (saking galaunya). 

"Mungkin itu masalahnya, pikir gue. Seperti rumah ini yang terlalu sempit buat kami, gue juga menjadi terlalu sempit buat dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang (dirasa) cocok untuk dirinya." (Sepotong Hati di Dalam Kardus Coklat, halaman 29)
*paragraf favoritku di buku ini.

Ada juga beberapa bab yang bikin nggak berenti ngakak kayak "Ledakkan Paling Merdu" (tata cara senam kentut yang benar), "Bakar Saja Keteknya" (sopir baru yang baunya naujubilah), "Kasih Ibu Sepanjang Belanda" (cerita ketika Radith dapat beasiswa di Belanda dan ketemu sama orang yang namanya 'Perek'), "Pesan Moral dari Sepiring Makanan" (di Venice, kesasar gara2 GoogleMaps), dan masih banyak lagi yang sumpah bikin ngakak tapi nggak lepas dari pesan moral. Juga ada beberapa cerita fiksi "Interview with The Hantus", yang nyeritain kehidupan hantu2 di alam sana~

Kalau MMJ ditutup sama "Marmut Merah Jambu" yang ceritanya full tentang percintaan, MSS ditutup dengan "Manusia Setengah Salmon", yang ceritanya tentang "perpindahan-perpindahan" yang dialami Radith.

Saking banyaknya bab di buku ini aku aja sampe bingung gimana ngereviewnya, ada 18 bab meen -__-
Pokoknya intinya adalah buku ini KEREN ABIS!
Cepat beli sebelum dibakar massaaa!!!!




Read More..

Jumat, 09 Desember 2011

Sukses Ujian dengan SKS

beruntunglah anda yang jadi model di tulisan ini~


Malam ini, sunyi. Tak tau harus berbuat apa...
...
...
Hahaha oke, ini bukan postingan galau lagi kok. Yang lalu biarlah berlalu~

Di postingan kali ini aku nyoba buat berbagi pengalaman sekaligus trik-trik yang ku gunain dalam menghadapi ujian-ujian semesteran. Percayalah, it works! Setidaknya dalam 2 semester ini hehe..
Mari kita mulai..

Ujian tengah semester dan ujian akhir semester bagaikan 2 sejoli yang tak bisa dipisahkan. Sebagai mahasiswa yang kegiatannya nggak cuma kuliah dan belajar, kita perlu punya kiat-kiat khusus untuk mengalahkan yang namanya UTS dan UAS. Dan, cara yang paling umum digunakan oleh mahasiswa jaman sekarang adalah.. SISTEM KEBUT SEMALAM..
Enggak, kita nggak perlu speedometer kok untuk ngukur seberapa cepat kebutannya (?) yang kita butuhkan hanya niat, niat, dan niat. Hal-hal dibawah ini mungkin bisa dipraktekkan, beberapa hari menjelang ujian sampai beberapa jam sebelum ujian sekalipun! jeng jeng..

1. Siapkan catatan-catatan dari dosen, sebanyak mungkin. Kalo catatan nggak lengkap, bisa kok fotokopi catatan teman yang PALING lengkap. Modalnya paling nggak nyampe seribu, dan kita sudah dapat semua bahan-bahan ujian, itu yang penting!
2. Semalam sebelum ujian, siapkan cemilan dan semacamnya. Tapi kalo kamu milih nasi kotak sebagai cemilan, kayaknya bukan pilihan yang tepat.
3. Karantina diri kamu! ini penting. Butuh komitmen yang kuat dengan diri sendiri. Matikan tv, matikan laptop, matikan hape, matikan lampu. Fokus belajar! Jangan pernah hiraukan blackberry yang seakan-akan berteriak "check me! check me!".
4. Istirahat tiap 2 jam sekali. Gimanapun otak kita punya limit, nggak baik kalo dipaksa terus-terusan. Istirahatlah kira-kira 15-20 menit. Nah, di waktu ini bolehlah ngecek2 hape dulu :3
5. Ulang terus tiap komponen yang kita nggak ngerti, sampai akhirnya ngerti (?). Ribet ya! ya pokoknya gitu lah, terus ulang2 apa yang udah dipelajarin sampai akhirnya pelajaran itu nempel di otak. Nempel, bukan nyangkut!
6. Jangan pernah tidur sampai semua bahan ujian nempel di otak. Bagian ini yang paling berat. Ya kalo udah mentok sih bisa tidur dulu lah, dilanjut habis solat subuh o:)
7. Masih ada waktu sebelum ujian? baca-baca dulu aja, biar lebih siap.
8. Ini bagian terpentingnya: berdoa. Walau bagaimanapun, sekeras apapun kita berusaha, kalau Allah nggak meridhoi pasti sia-sia. Sebisa mungkin berdoa yang khusuk. Kita berusaha, Allah yang menentukan. Oke bro?

Sebenernya sistem SKS ini nggak baik juga sih kalo dipake terus-terusan. Salah satu kelemahan sistem SKS adalah kita cepet lupa apa yang kita pelajari semalaman, beberapa hari setelah ujian usai. Ya, segala yang instan itu tidak baik kawan. Tapi seenggaknya kita udah punya "senjata" untuk dipakai "berperang". Masih gagal juga? yah, berarti bukan rejekinya hehe. Tetap jadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai alasan untuk menyerah!

Semoga sukses untuk siapapun yang baca tulisan ini, terutama untuk yang mempraktekkan kiat-kiat diatas. Wassalam..

Read More..